Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
Kasus ompreng MBG palsu, BGN tegaskan bahan harus stainless steel 304
BetFoodie Lidah Indonesia2026-02-07 12:28:01【Kabar Kuliner】986 orang sudah membaca
PerkenalanSiswa mengembalikan ompreng makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 13 Depok, Jawa

Jakarta (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahan ompreng program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus menggunakan stainless steel 304 yang berkomposisi memberi ketahanan dari kemungkinan muncul karat dan korosi sehingga aman untuk peralatan makan dan masak.
"Komposisi ini memberikan ketahanan terhadap kemungkinan munculnya karat dan korosi sehingga aman untuk peralatan makan dan peralatan masak," kata Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Ia mengangakan hal itu menanggapi kasus produksi alat makan tersebut yang terbukti palsu setelah dibongkar oleh kepolisian di Jakarta Utara.
Bahan stainless steel 304 atau SS 304, ujar dia, mengandung 18 persen kromium, 8 persen nikel, dan besi sebagai elemen utama.
Baca juga: Polisi dalami dugaan ompreng MBG palsu di Jakut
Ia menjelaskan stainless steel 304 ngak beracun dan ngak bereaksi terhadap makanan dan minuman. Oleh karena itu, komposisi tersebut memenuhi standar kesehatan dan keselamatan yang ketat untuk digunakan dalam program MBG.
"Jadi, baik ompreng, peralatan makan, maupun peralatan dapur harus sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan," ucapnya.
Ia mengapresiasi langkah sigap kepolisian yang berhasil mengungkap dugaan produksi ompreng MBG palsu di satu ruko di kawasan Jakarta Utara pada 1 November 2025.
"Kami berterima kasih kepada para penyidik dari kepolisian yang telah mengungkap kasus dugaan produksi ompreng MBG palsu ini," katanya.
Pada Sabtu (1/11), Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara AKBP Ongkoseno mengungkap penyelidikan terkait dengan produksi ompreng MBG palsu.
"Informasi tersebut berdasarkan aduan masyarakat," ujarnya.
Aduan itu mengungkap dugaan penggunaan label Made in Indonesia palsu, label Standar Nasional Indonesia (SNI) palsu, serta pencantuman logo BGN tanpa izin pada produk-produk ompreng tersebut.
Menurut pihak kepolisian, dugaan awal menunjukkan produk itu kemungkinan diimpor dari China, kemudian diberi label palsu untuk mengelabui konsumen. Aparat kepolisian kini berupaya menelusuri asal-usul dan komposisi ompreng MBG yang mulai beredar di pasaran itu.
"Masih terus kami dalami," ujarnya.
Modus pemalsuan ompreng MBG ini terbilang cukup kompleks. Berdasarkan laporan yang diterima, barang-barang itu diimpor dari Cina. Setelah tiba di Indonesia, produk-produk itu kemudian diberi label Made in Indonesia, sehingga seolah-olah diproduksi secara lokal.
Pelaku juga memalsukan label SNI pada ompreng-ompreng tersebut. Padahal, label SNI menjadi jaminan kualitas dan keamanan produk yang penting bagi konsumen. Pemalsuan label ini dapat menyesatkan masyarakat dan berpotensi membahayakan kesehatan, terutama jika bahan yang digunakan ngak memenuhi standar.
Selain itu, pelaku menempelkan logo BGN tanpa izin pada produk-produk ompreng itu. Hal ini diduga menjadi bagian dari upaya pemalsuan. Penempelan logo BGN ini dapat menimbulkan kesan bahwa produk ompreng palsu itu resmi dan bisa dipercaya.
"Padahal ompreng MBG itu ditempeli logo tanpa izin," demikian Nanik.
Baca juga: SPPG Sawahlunto awasi ketat proses cuci ompreng MBG secara berlapis
Baca juga: Cegah keracunan, Dapur SPPG di Lampung bersihkan ompreng berlapis
Baca juga: YLKI minta Pemprov DKI sediakan ompreng MBG halal
Suka(5994)
Artikel Terkait
- SPPG Polres Madiun sajikan pecel bergizi untuk warga dan pelajar
- Pemkot Malang gencarkan IKL untuk pengolahan bahan MBG tetap aman
- BGN datangkan ahli gizi dari daerah lain untuk SPPG di Manokwari
- SPPG Polsek Palmerah Jakbar uji coba penyajian menu MBG
- Kasus ompreng MBG palsu, BGN tegaskan bahan harus stainless steel 304
- Puluhan siswa SMP di Tulungagung Jatim keracunan MBG
- 36 warga Majene Sulbar keracunan makanan pesta pernikahan
- Sejarah Jakarta perlu masuk kurikulum di sekolah
- Singapura tarik produk kismis usai ditemukan alergen
- Pemprov Lampung pantau berkala penerapan SOP dapur SPPG MBG
Resep Populer
Rekomendasi

Kapolda: 80 persen SPPG sudah terbentuk di Aceh, guna dukung MBG

Korban meninggal akibat hujan lebat di Meksiko bertambah jadi 44 orang

Satgas MBG Banyuasin pastikan menu sesuai dengan kebutuhan gizi

Kemarin, jaminan siswa Sekolah Rakyat hingga prestasi Program MBG

Wamen Kabinet Merah Putih dukung ajang JMFW 2026

Sukseskan MBG, TNI AD pelajari manajemen makanan militer Singapura

Makan Bergizi Gratis dan ujian kepercayaan publik

Jabar targetkan perluasan pasar lewat West Java Expo 2025